Showing posts with label Pemilu. Show all posts
Showing posts with label Pemilu. Show all posts

Yups, akhirnya tanggal 8 Juli itu datang juga. Tanggal yang sempet bikin deg-degan para calon-calon mantu...oops...maksudnya calon Presiden dan calon Wakil Presiden (Cakil?!). Dan juga tanggal yang sempet bikin beberapa orang berdebat berhari-hari dan berbulan-bulan lamanya. Emang nakal banget sih yang namanya DPT nih, anak mana tuh?! Heran ternyata orang Indonesia ini lebih gemar berdebat dan gontok-gontokan lidah (woy, bukan frenchkiss?!) dibanding nyari solusi yang tepat dan cerdas. At least nolongin KPU lah, itung-itung amal walopun nggak dibayar (nggak rela!!).

Oya, hari ini aku dapet giliran nyontreng nomer 3. Padahal pas PILEG kemaren dapetnya nomer 120an, jauh banget boy! Akhirnya belajar dari kesalahan kemaren, dan agar tidak terulang di kemudian hari (woy, udahan dong ngajarin EYDnya!) maka mamaku langsung berangkat pagi-pagi sambil belanja ke pasar. Sebagai anak yang baik dan berbakti kepada orang tua aku nanyain, "Wahai mak cik, nak pergi ke mane pagi-pagi begini?"

Mamaku menimpali, "Nggak usah pake bahasa Malaysia napa? Ni kartu pemilihnya mo diantriin pagi-pagi, biar dapet giliran duluan." Dan kalian tahu jam berapa mamaku berangkat? Jam setengah 7 pagi, cuy! Sampe sana hansip penjaga TPSnya aja baru nyampe, mo nata meja n segala kelengkapan TPS. Akhirnya, yup, sekeluarga (di keluargaku yang milih ada 3) dapet duluan milih 3 nomer, tepat mendahului ketua RWnya (wahahhahahahaha, bisa jadi keluarga teladan, nih!)

Selese nyontreng (kalian nggak usah tahu aku milih nomer berapa, aku berhasil membunuh waktu 10 menit cuma buat milih satu di antara 3) aku baru nyadar pada cat buat menandai jari pemilih. Ternyata bagus banget, ada mengkilat-mengkilatnya gitu deh. Sayang cat mengkilatnya udah luntur, belom sempet difotoin. Kecuci pas mo sarapan.

Sayang nggak ada yang unik pas di TPS tadi, jadi nggak banyak yang bisa diceritain. Habis nyontreng ternyata udah banyak yang nayangin QuickCount, sama Exit Poll (keluar ditanyain?!). Yah, nggak tau juga bagaimana validitas dari hasil survey kayak gitu, dari hasil survey sih Capres nomer 2 yang menang. Tapi tunggu dulu, bung, yang berhak menobatkan siapa pemenang dari pilpres ini kan KPU, jadi ditunggu dulu aja hasil penghitungan dari seluruh Indonesia. Baru bisa bener-bener ketahuan siapa pemenangnya.

Aku dapet informasi kalo Cawapresnya SBY alias Pak Boed sekarang punya media komunikasi via internet. Yup, seperti SBY, beliau juga sekarang punya blog atau website pribadi. He, mungkin meniru keberhasilan Obama yang berhasil berkampanye lewat media yang amat sangat mudah diakses di mana saja, apalagi dengan perkembangan teknologi jaman sekarang ini.

Nah, kalo memang kira-kira cara ini bakal berhasil maka mungkin citra pasangan ini yang disebut-sebut sebagai pendukung gerakan ekonomi neo-liberal bakal terhapus. Tapi, perlu kita ingat bahwa Obama pun adalah Presiden Amerika Serikat yang mana sistem ekonominya adalah neo-liberal. Apalagi sekarang beliau berdua ini menggunakan caranya Obama.

Ah, tapi yang namanya kampanye kan asal caranya benar dan tidak melanggar aturan KPU maka sah-sah saja jika para capres-cawapres menggunakan media ini. Apalagi kalangan intelektual banyak yang menggunakan media ini. So, bisa saja pasangan ini dengan mudah menggaet hati para blogger dan pengguna internet dari berbagai kalangan.

Karena blog ini bru dilaunching pagi ini (15/6) jadi baru sedikit tulisan ajah dari Pak Boed ini. Bagaimanapun juga, kampanye dalam tulisan mungkin bisa lebih dimengerti daripada mendengarkan kampanye mereka lewat media televisi atau di bawah terik matahari (dengerin kampanye di lapangan maksudnyah).

Ayo, kepada capres-cawapres lainnya, kapan melaunching blog???

Pemilihan Umum Legislatif sudah selesai, bahkan sudah diumumkan siapa saja yang bakal mendapat kursi dewan tersebut, yang aku bilang betul2 keramat. Kenapa, inilah sebab-sebabnya.

Memakan Korban...
Banyak gedung atau bangunan yang yang dibangun kemudian beberapa tukang bangunannya ada yang meninggal gara2 sesuatu yang berhubungan dengan proses pembangunan tersebut, akhirnya bangunan itu sering dikeramatkan bahkan sampai memicu tindakan syirik (termasuk di pendopo di SMAku dulu). Nah, kalo dilihat-lihat pileg sekarang pun tidak jauh juga memakan korban. Tidak hanya korban jiwa, tetapi juga harta benda dan kewarasan caleg2 tersebut. Tidak jarang kita temui caleg2 yang mati bunuh diri hanya karena kalah suara dan dililit hutang banyak. Begitu banyaknya harta benda yang dikeluarkan untuk rebutan kursi dewan sampai adu jotos pula. Akhirnya nggak sedikit yang masuk rumah sakit jiwa. Mungkinkah ini yang disebut demokrasi yang sehat. Bahkan pernah dikatakan bahwa hal ini disebutkan wajar. Aneh, kenapa hanya gara2 rebutan kursi dewan lalu ada korban jiwa malah dianggap wajar.

Buat Yang Menang...
Nah, yang menang ini malah berhura-hura, seakan itu adalah suatu akhir dari suatu perjuangan. Bukannya merenung apa yang akan dikerjakan untuk memenuhi janjinya malah senang-senang. Seakan-akan itu adalah buah kerja keras dia, kan itu juga gara-gara rakyat yang memilih dia.

Buat para caleg yang telah mendapatkan kursi dewan. Ingatlah, bahwa kemenangan ini bukan milik kalian, tapi milik rakyat Indonesia yang mengharapkan Indonesia kita ini lebih maju dan makmur. Kalian makan dari duit rakyat, makanya harus bisa dipertanggungjawabkan.

Besok pagi jam 8 WIB, serentak seluruh rakyat Indonesia akan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan nasib Indonesia 5 tahun ke depan. Malam ini bakal banyak kader partai yang berdoa agar berharap partainya kelak yang akan menang. Mungkin beberapa di antara mereka sudah menyiapkan nadzar seandainya partai mereka menang. Beberapa lembaga QuickCount dan media massa juga sudah menyiapkan orang2nya sebagi surveyor di berbagai TPS. Mungkin juga yang lebih ekstrem lagi ada beberapa kader yang menyipakan serangan fajar besok pagi. Namanya juga usaha.

Apapun hasilnya besok bagaimanapun juga persatuan harus diutamakan. Walaupun dengan sistem demokrasi, semuanya itu nyaris mustahil. Selamat menyontreng, sudahkah Anda menentukan pilihan?

"Pilihlah dengan akal sehat, tidak hanya dengan nurani"

Hmmm....Nasihat ini pertama kali aku baca pas baca Kedaulatan Rakyat, tapi tanggalnya lupa, yang bilangin juga lupa. Tapi kalo dipikir-pikir nasihat ini ada benarnya juga lho.

Belakangan ini banyak tokoh parpol yang mengimbau masyarakat untuk memilih caleg dengan hati nurani. Kalau memilih dengan nurani, pasti kita bakal milih caleg yang udah menghabiskan banyak duit untuk kampanye. Kenapa? Karena kita kasihan sama mereka, udah keluar banyak duit tapi nggak ada yang mau milih mereka. Akhirnya caleg-caleg itu cuma mewakili diri mereka yang udah keluar modal banyak untuk bisa mendapatkan kursi legislatif, bukannya mewakili rakyat yang sudah memilih mereka.

Tapi dengan ditambahnya kata "memilih dengan akal sehat", maka kita tidak hanya memilih dengan kasihan, tapi juga menilai visi misi mereka dengan teliti. Sebelum memilih ada baiknya juga mencermati apa saja yang caleg itu telah lakukan. Baik sebelum kampanye maupun selama kampanye. Mencermati visi misi mereka juga penting. Masalah apa yang akan mereka perjuangkan di legislatif nanti. Apakah hal itu memang penting dan bisa mensejahterakan rakyat, ataupun hanya masalah sepele yang tidak begitu diperlukan oleh rakyat. Bahkan yang lebih parah lagi, mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri.

Jadi, penting pula kita menggunakan akal sehat kita untuk memilih. Insya Allah kita memilih wakil rakyat yang amanah dan bersedia memperjuangkan undang-undang yang memihak pada rakyat, bukannya memperjuangkan elite politik dan investor saja.

Mulai hari ini, Senin (6/4) telah memasuki masa tenang tanpa ada kampanye dari parpol. Masa tenang ini dimaksudkan untuk membiarkan rakyat/calon pemilih merenung untuk kembali memikirkan caleg mana yang akan dipilih, untuk masa 5 tahun ke depan. Pilih yang nasionalis kah, atau religius kah, atau "wong cilik" kah, semua akan terjawab pada hari Kamis 9 April besok.

Nah, masa kampanye terbuka sekitar 2 minggu ini. Sudah banyak atribut kampanye kayak baliho, poster, spanduk yang dipasang di jalan-jalan kota untuk mengenalkan parpol kepada masyarakat. Bayangkan, ada 38 parpol merangsek ke jalan-jalan kota memasang atribut-atribut yang bikin "ramai" suasana kota. Ada penduduk yang bilang jalan raya jadi warna-warni gara2 ada baliho. Tapi ada juga yang menggerutu gara2nya komplek perumahannya juga jadi sasaran pemasangan atribut. Memang banyak komentar yang mengiringi masa kampanye ini.

Kalo sudah berakhir terus siapa yang mau repot2 beresin atribut itu yah? Ternyata ada pasukan Satpol PP yang rela berpanas-panasan beresin baliho, spanduk, dll demi terciptanya masa tenang pemilu ini. Selama beberapa hari ini akan banyak atribut yang diturunkan paksa sama Satpol PP. N kayaknya gak ada parpol yang protes tuh. Hanya saja kok siapa yang masang, kok orang lain yang yang nurunin. Kayak mengotori tanpa tanggung jawab membersihkan. Dari sini udah kelihatan siapa yang mengotori paling banyak, dan berarti mereka nggak bakalan concern sama kebersihan lingkungan dan Global Warming.

Itulah serba-serbi pemilu yang baru aku perhatikan baru-baru ini. Oya, aku ntar nyoba memasang daftar janji-janji yang diobral sama calon presiden pas pemilu presiden nanti. Mudah2an bisa kekover semua deh. Heheheheheh........

Tadi siang sehabis jemput adik di sekolah, pulangnya lewat jalan biasa. Nah, yang nggak biasa, yang bikin cerita ini patut ditulis di blog adalah ada pawai (kampanye) parpol. Kebetulan tadi Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) yang pawai. Entah kenapa apakah memang sudah jadi tradisi akalu kampanye di jalan itu harus dengan motor yang dibolongin knalpotnya dan bawa bendera gede yang bebas mereka ayunkan kemana-mana tanpa memperhatikan kepala yang "nangkring" di sebelah mereka.

Cukup banyak anak-anak yang melihat pawai khas barbar itu dan mereka pastinya tidak tahu maksud dari pawai itu apa. Apakah tidak hal ini akan mengajarkan pada anak-anak bahwa naik motor dengan tanpa helm asalkan beramai-ramai itu nggak akan ditangkap polisi. Sungguh pendidikan lalu lintas yang jelek dengan cara yang dapat menarik perhatian anak-anak. Belum lagi cara berkendara mereka yang menggambarkan kekerasan. Pantas saja kalau bangsa kita perilaku sudah jauh berubah dibandingkan apa yang orang-orang bilang dulu. Kalau Indonesia itu ramah dan mengutamakan gotong royong. Sekarang pun bangsa kita bahkan hampir tidak mengenal tetangga-tetangga mereka. Dan rakyat kita pun hanya bisa menyalahkan pemerintah. Bahwa pemerintahlah yang membuat rakyat seperti ini.

Aku jadi inget kampanyenya Pak HNW (inisialnya aja yah...). Katanya bangsa kita sudah tidak mengenal persatuan, dan yang ada hanyalah "aku mampu memakmurkan bangsa". Kalo masing-masing partai punya sikap sendiri yang kurang mengenal tata krama, bagaimana bisa mendidik rakyat kita untuk berperilaku layaknya "Orang Indonesia Aseli".

Hal-hal inilah yang membuat aku nggak suka sama sistem demokrasi yang tanpa ada batas seperti ini. Bikin parpol mudah, asal mengatasnamakan rakyat. Padahal mereka tidak tahu apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat. Dan lain hal lagi, dengan sistem ini kita benar-benar tidak menjunjung tinggi persatuan. Kalo bawa sistem demokrasi mending nggak usah bawa-bawa persatuan deh, nonsense!!!

Pas berangkata ke kampus sih biasa-biasa ajah...Naik motor, lewat rel kereta, kadang dicegat sama tukang jaga palang perlintasan nungguin kereta yang mo lewat...tapi begitu aku pulang dari kampus n lewat jalan yang sama, ada poster caleg yang bikin aku ngikik....
Free Emoticons For Your Blog
Bukan...Yang bikin aku ngakak bukan karena ketularan senyum dari foto calegnya...Tapi dari foto yang ini....
Gila...Caleg ini rela jadi kuli buat bantuin rakyatnya...Selain ngurusin undang-undang kayaknya beliau juga mengurusi masalah per-kuli-an di daerah Jogja ini...Benar-benar caleg yang sibuk...Dari judulnya aja udah keliatan "Politisi lain sibuk mengobral janji, Dia sibuk memberdayakan rakyat" Yups, memberdayakan rakyat untuk menjadi kuli...Wkwkwkwk....

Yang di atas just Joke, yang pasti beliau ingin memberdayakan rakyat bukan dengan undang-undang, namun dari apa yang sudah beliau lakukan...So, harapannya rakyat juga ikut-ikutan melakukan apa yang udah beliau lakukan...Dari segi komunikasi visual poster ini udah menarik...Karena foto yang satu itu (bukan foto gede yang senyum itu)...Sebenernya ada foto-foto kecil yang memperlihatkan sebagian kegiatan yang udah dilakukan...Coba aja foto itu yang ditampilin...Kayaknya rakyat makin simpati...

Udah ah...Ntar dikira promosi caleg lagi...Gak dapet apa-apa lagi...Yang pasti apapun pilihanmu, Indonesia tetap satu...


Beberapa hari yang lalu aku baca-baca milis yang aku ikuti yaitu milis Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), ada salah satu teman dari FK Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto menulis tentang Pemilu 2009 yang sebentar lagi (kalau tidak salah 30 hari lagi) diselenggarakan di seluruh Indonesia. Katanya sih Pesta Demokrasi gitu. Nah, dia memuat salah satu web yang menurutku cukup menarik ditengah hiruk pikuk bermacam-macam baliho, poster kampanye para calon legislatif yang mungkin membuat kita cukup bingung. Tapi aku belum menemukan kreator dari web ini tu sapa, yang jelas ini web memang lucu...

Nah, salah satu yang menarik dari web ini adalah mereka memuat poster-poster caleg yang lucu, aneh, dan konyol. Tapi poster-poster yang dimuat baru dari daerah DKI dan Jawa Barat. Eits, tenang aja boy, mereka juga membuka untuk teman-teman yang melihat ada poster atau baliho caleg yang lucu dan aneh dari daerahnya untuk nanti dipilih dan dikomentarin oleh yang membaca situs ini.

Oya, satu lagi yang menarik mereka membuka bagi teman-teman yang ingin menyuarakan perasaan mereka tentang Pemilu ini lewat video. Diantaranya mereka mengajak aktor senior Tio Pakusadewo dan membuat video parodi tentang betapa banyaknya nama partai yang baru sehingga Tio ini bingung mau mendaftarkan partainya karena saking banyaknya partai politik.

Nah, untuk lebih jelasnya liat aja websitenya di sini.